;
Share

WORKSHOP DIGITAL PRENEUR

WORKSHOP DIGITAL PRENEUR

Setiap bisnis besar selalu dimulai dari sebuah ide. Namun, sebuah ide membutuhkan proses untuk berkembang menjadi produk yang memiliki nilai dan berpotensi menjadi sebuah bisnis.

Semangat inilah yang dihadirkan melalui Workshop Digital Preneur, sebuah program kolaboratif Diamond Food Indonesia dan Sokrates – Bina Nusantara dalam sebuah pengalaman belajar kewirausahaan bagi para pelajar  SMA Strada St. Thomas Aquino dan SMK Strada Daan Mogot.

Selama dua hari, 17–18 September 2026, sebanyak 50 siswa dari SMA Strada St. Thomas Aquino dan SMK Strada Daan Mogot mengikuti rangkaian workshop yang dirancang untuk memperkenalkan proses membangun sebuah ide bisnis secara lebih nyata dan aplikatif.

Dengan mengusung tema “Dari Ide Menuju Bisnis Nyata”, peserta tidak hanya diajak untuk memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga mengalami langsung proses mulai dari menemukan ide, menentukan target konsumen, merancang produk, hingga mencoba mengembangkan minuman menggunakan produk-produk Diamond.

Belajar Melihat Peluang dari Hal Sederhana

Hari pertama workshop diawali dengan materi Business Logic & Ideation. Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa sebuah ide bisnis sebaiknya tidak hanya menarik, tetapi juga berangkat dari kebutuhan dan permasalahan konsumen.

Peserta kemudian masuk ke sesi Branding & Product Positioning, untuk memahami bagaimana sebuah produk dapat memiliki identitas yang berbeda dan relevan dengan target konsumennya.

Pembelajaran dilanjutkan dengan Product Planning dan Pricing Strategy. Di sini, peserta mulai melihat bahwa membangun bisnis tidak berhenti pada menciptakan produk yang enak atau menarik, tetapi juga membutuhkan perencanaan produk dan perhitungan harga yang masuk akal.

Dari Konsep ke Eksperimen Produk

Memasuki hari kedua, pembelajaran bergerak dari konsep menuju praktik melalui sesi Production & Lab.

Dengan pendampingan dari tim pengajar, peserta melakukan eksplorasi dan mencoba mengembangkan kreasi minuman dengan memanfaatkan berbagai produk Diamond sebagai bahan dasar.

Peserta diperkenalkan pada tiga kreasi minuman berbahan produk-produk Diamond. Mereka belajar bahwa bahan yang sama dapat dikembangkan menjadi pengalaman produk yang berbeda melalui kreativitas, kombinasi bahan, serta cara penyajian.

Bagi peserta, proses ini menjadi kesempatan untuk belajar melalui praktik—mencoba, berdiskusi, melakukan penyesuaian, dan melihat secara langsung bagaimana sebuah ide dapat diterjemahkan menjadi produk.

Kreativitas Tidak Berhenti pada Produk

Selain membuat produk, peserta juga mendapatkan materi Content Factory. Sesi ini memperkenalkan pentingnya komunikasi dalam membangun sebuah bisnis. Produk yang baik membutuhkan cerita, identitas, dan cara komunikasi yang mampu membuat konsumen tertarik.

Dengan demikian, rangkaian workshop tidak hanya mengajarkan bagaimana menciptakan produk, tetapi juga bagaimana membangun brand dan mengomunikasikan produk tersebut.

Kolaborasi untuk Membangun Pengalaman Belajar

Workshop Digital Preneur melibatkan empat orang pengajar, terdiri dari dua pengajar dari Diamond Food Indonesia dan dua pengajar dari Sokrates Empowering School.

Sebanyak 50 peserta kemudian dibagi menjadi 10 kelompok untuk mendorong proses belajar yang kolaboratif. Setiap kelompok memiliki kesempatan untuk berdiskusi, mengembangkan ide, dan bekerja bersama dalam proses pengembangan produk.

Format pembelajaran seperti ini dirancang agar siswa tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga aktif mengambil keputusan dan belajar dari proses bekerja dalam tim.

Satu Langkah Menuju Market Day

Workshop selama dua hari ini merupakan bagian dari sebuah perjalanan yang lebih panjang.

Setelah melewati tahap ideasi, branding, perencanaan produk, strategi harga, produksi, dan pembuatan konten, para peserta selanjutnya akan mempersiapkan diri menuju Market Day yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Pada tahap berikutnya, ide dan produk yang telah dikembangkan akan mendapatkan kesempatan untuk diuji dalam konteks bisnis yang lebih nyata.

Dengan demikian, Workshop Digital Preneur bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan menjadi tahap awal bagi siswa untuk memahami bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan secara sistematis hingga memiliki peluang untuk menjadi sebuah bisnis.

Melalui program ini, Diamond Food Indonesia berharap dapat turut memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi generasi muda—mendorong mereka untuk berani berpikir kreatif, memahami kebutuhan konsumen, bekerja dalam tim, dan melihat peluang dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.

Sebab, sebuah bisnis tidak selalu dimulai dari modal yang besar.

Terkadang, bisnis dimulai dari satu ide sederhana—lalu keberanian untuk mencoba mewujudkannya.

Dari Ide Menuju Bisnis Nyata.

 


;