Semarang, 13 Juni 2026 – Sinergi dunia pendidikan vokasi dan sektor industri memegang peranan krusial dalam menekan angka pengangguran terbuka di Indonesia. Berdasarkan data evaluasi ketenagakerjaan dari Kementerian Pendidikan, program kemitraan strategis dan penyelarasan kurikulum berbasis industri berkontribusi positif dalam menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK hingga mencapai angka 8%. Angka ini membuktikan bahwa keterlibatan aktif pelaku usaha sebagai co-creator dalam mentransfer ilmu secara praktis sangat efektif melahirkan talenta siap kerja.
Komitmen inilah yang mendasari PT Diamond Food Indonesia Tbk terus konsisten menjalankan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulannya yang bertajuk Diamond Mengajar. Mengusung konsep sebagai wadah berbagi pengetahuan praktis industri, Diamond Mengajar hadir menjembatani kesenjangan kompetensi antara teori di bangku sekolah dengan dinamika riil di dunia kerja saat ini.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Diamond Mengajar 2026 diawali dari Kota Semarang dengan pelaksanaan kegiatan di SMKN 2 Semarang pada 11–12 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 184 siswa yang berasal dari berbagai jurusan, yaitu Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Pemasaran, Usaha Layanan Pariwisata (ULP), serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL).
Mengawali debut perdana di tahun 2026, program Diamond Mengajar mengangkat tema pengembangan kompetensi digital yang semakin dibutuhkan di era ekonomi kreatif dan transformasi digital. Diamond Mengajar 2026 di SMKN 2 Semarang menghadirkan dua materi utama. Pada hari pertama, siswa mendapatkan pembelajaran tentang “Menjadi Content Creator Sukses”, sementara pada hari kedua siswa dibekali materi “Promosi Powerful dengan Digital Marketing.” Seluruh materi disampaikan berbasis praktik dan pengalaman langsung dari aktivitas digital marketing Diamond Food Indonesia.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Elika Angeline, Digital Marketing Manager Diamond Food Indonesia, yang juga merupakan seorang content creator dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang digital marketing. Elika membagikan wawasan strategis sekaligus studi kasus nyata yang telah diterapkan oleh perusahaan, sehingga siswa mendapatkan pemahaman yang konkret mengenai tren industri digital saat ini. Suasana interaktif mewarnai setiap sesi, terlihat dari pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan siswa dan antusiasme mereka saat menjawab pertanyaan narasumber dan mengerjakan tugas membuat konsep konten visual menggunakan produk Diamond Food Indonesia.
Kepala SMKN 2 Semarang, Nana Mulyana, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap program ini: “Kami sangat mengapresiasi program Diamond Mengajar karena memberikan wawasan praktis dari sudut pandang dunia industri. Ini merupakan bekal yang sangat penting bagi siswa SMK, mengingat kurikulum SMK dirancang agar lulusan siap masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Wawan, Guru Jurusan PPLG, yang menilai materi yang diberikan sangat relevan dan mudah dipahami: “Materi yang disampaikan narasumber sangat menarik dan mudah dipahami oleh para siswa. Khususnya untuk jurusan PPLG, materi ini dapat mendorong siswa menjadi content creator dan memahami strategi promosi digital berdasarkan pengalaman nyata dari Diamond Food Indonesia yang sudah terbukti,” tuturnya,
CSR Manager Diamond Food Indonesia, Harianus Zebua, menjelaskan bahwa Diamond Mengajar merupakan bagian program strategis berkelanjutan perusahaan. "Program ini sudah memasuki tahun ke-3 dan kami memulainya pada tahun 2026 dari Kota Semarang, di SMKN 2 Semarang. Kami terus mengevaluasi dan mengembangkan program ini, salah satunya dengan menggandeng serta berkolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki visi yang sama. Tujuannya agar slogan Diamond Mengajar, yaitu Belajar, Berbagi, Berkolaborasi, Berdampak Bagi Indonesia, dapat benar-benar diwujudkan dan memberikan manfaat nyata," jelas Harianus Zebua.
Melalui Diamond Mengajar, Diamond Food Indonesia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui transfer pengetahuan, pengalaman praktis, dan kolaborasi yang lebih erat antara dunia pendidikan dan dunia industri. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan masa depan Indonesia.